Virus Merusak Hardware, apa bisa? Seorang teman sangat lesu bercerita kepada saya karena ia baru saja membeli hardisk baru, hardisk yang lama rusak karena kena virus kata teknisi di tempat ia servis. Cerita ini mengingatkan kepada saya sebulan yang lalu ada seorang teman yang menawarkan CPU seken. Harga CPU 2,5 juta dalam kondisi bagus, build up dengan merek Hp, spesifikasi tinggi dan tidak gampang kena virus. Ada yang menarik dari penawaran ini karena ia membanggakan merk tertentu yang tidak gampang kena virus. Mungkin komputer tersebut sudah diberi imunisasi di posyandu terdekat.

Apa bisa virus komputer merusak hardware?

Pertanyaan ini menggelitik hati saya. Virus adalah software yang dibuat dari sekumpulan baris program, diciptakan oleh seseorang dengan tujuan tertentu yang umumnya bersifat mengganggu atau merusak.  Bagi yang berimajinasi bentuk virus komputer itu seperti mahluk berkaki banyak, bertentakel, gigi tajam, berbisa, mata satu, bau ketek dan bikin gatel maka itu 100% salah!

Sifat virus bisa menginfeksi komputer, terinstal sendiri, bekerja sendiri dan mampu merusak program yang ada dalam komputer. Kita mengenal worm dan trojan sebagai virus. Worm merupakan virus yang mampu menyelinap kedalam perangkat lunak pada komputer, menggandakan diri dan merusak. Trojan menginfeksi sistem dalam komputer anda melalui program yang anda instal, bertujuan untuk memata-matai komputer korban, mencuri data hingga mengendalikan. Memang sepenting apa sih anda, sehingga ada yang ingin tahu data di komputer anda? mungkin ingin mencuri koleksi lagu Didi kempot, foto sunatan atau video Ariel NOAH dan Lu… Lu…. Lukman NOAH waktu lagi ngeband. Tapi jika benar komputer anda terinfeksi Trojan, mungkin sudah waktunya anda introspeksi diri, lihat diri anda. Jangan-jangan anda orang penting, mungkin anda artis? atau tukang somay? atau artis yang mirip tukang somay?

Virus adalah program, dan program baru bisa bekerja jika hardware bekerja alias komputer sedang dinyalakan. Pada saat komputer dimatikan maka program tidak dapat bekerja. Program ada didalam hardisk, tidak di perangkat keras yang lainya. Jadi tidak mungkin program menginfeksi processor, PSU, Printer atau motherboard.

Yang bisa dilakukan  virus adalah merusak driver, sehingga hardware tidak dapat berfungsi. Saat driver sound rusak, maka tidak dapat menghasilkan suara. Saat driver USB rusak maka semua koneksi melalui USB port terhambat seperti printer tidak bisa mencetak, flasdisk tidak terdetek dan aktifitas yang berhubungan dengan USB akan tergganggu. Hardisk yang terinfeksi virus bertahun-tahun dan tidak diobati akan tetap tampak normal secara fisik. Tidak gara-gara terinfeksi virus, hardisk kita menjadi kurus, mengeluarkan lendir, bintik-bintik dan sering muntah darah.

Virus tidak dapat merusak hardisk secara fisik. Virus hanya dapat merusak program didalam hardisk. Hal terparah virus mungkin dapat merusak data didalam hardisk sehingga BIOS tidak dapat mendeteksi hardisk anda. Tapi semua akan selesai dengan format hardisk dan instal ulang OS.

Info tentang virus berbahaya hanya hoax.

Dylan Nicholas menciptakan virus Antichrist yang katanya mampu merusak sector zero pada hardisk dan ada lagi kabar tentang virus Black in Whitehouse yang mampu membakar drive C, serta banyak lagi kabar tentang virus yang ternyata hanya hoax. Hoalah… ternyata banyak kabar tentang virus ganas yang tersebar diinternet secara berantai tidak terbukti kebenaranya, namun efeknya cukup luar biasa.

Kesimpulanya virus tidak dapat merusak hardware secara fisik, karena virus komputer tidak bisa menghasilkan cairan beracun yang mampu melelehkan logam. Virus juga tidak bisa menghancurkan hardisk atau processor, kecuali ada virus yang mampu merusak OS dan memerintahkan sistem agar CPU kita terjun ke jurang yang tidak ada kasur didasarnya.

Kata kunci dari pencarian:

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY