Suatu hari pak Markum seorang teknisi senior mengajak Budi bawahanya mengunjungi kantor klien untuk melakukan maintenance. Ternyata kantor ini luar biasa pelit, meski sudah 5 jam bekerja tidak ada minuman apalagi makanan yang disajikan untuk mereka. Suasana kantor sangat tertib, semua bekerja seperti robot.

Kantor ini berada di lantai 12 dan tadi di lantai dasar mereka sempat melihat ada cafe yang menjual minuman. Karena tidak tahan dengan rasa kantuk dan haus. Budi mengajak pak Markum untuk pergi ke cafe diam-diam dengan menyelinap melalui pintu belakang. Awalnya pak Markum menolak karena takut menyinggung perasaan klien. Setelah bersumpah tidak akan lama-lama Budi berhasil membujuk pak Markum lari turun ke cafe melalui tangga darurat. Sebelum masuk ruangan cafe pak Markum meminta Budi bersumpah lagi untuk tidak berlama-lama, maklum selain senior pak Markum juga sangat disiplin.

Setelah melihat menu mereka sepakat memesan kopi.

Pak Markum           : mbak, pesan kopi dua.

Pelayan                 : kopi apa pak?

Pak Markum           : apa saja yang penting enak dan murah.

Pelayan                 : kebetulan sedang ada promo untuk kopi Vietnam

Pak Markum           : tapi nggak beracun kan?

Pelayan                 : tenang minuman di sini aman, mau yang panas atau dingin?

Pak Markum           : apa bedanya?

Pelayan                 : kalau yang panas 100 ribu, kalau yang dingin 200 ribu.

Pak Markum          : yang panas saja.

Sambil menunggu kopi disajikan pak Markum terlihat sangat gelisah, berkali-kali melihat kearah jam tangan dan mengecek isi dompetnya.

Tidak lama kemudian pelayan datang menyajikan kopi. Dalam hitungan detik pak Markum menyambar segelas kopi yang masih panas dan menenggaknya sampai habis. Lalu ia menatap budi dan menyuruhnya segera menghabiskan kopi yang masih panas. Budi berfikir mungkin klien sudah mencari-cari mereka, jadi ia tenggak kopi panas sampai habis. Setelah membayar pak Markum  mengajak budi kembali. Namun kali ini ia tidak mau buru-buru dan memilih menggunakan lift. Karena merasa penasaran Budi memberanikan bertanya.

Budi                       : pak, kenapa tadi harus cepat menghabiskan kopi dalam keadaan panas? Toh akhirnya kita pulang tidak buru-buru.

Pak Markum           : tadi kamu kan dengar sendiri pelayan itu bilang, harga kopi dingin 200 ribu ! uang transport kita kan gak banyak… makanya mumpung masih panas kita habiskan..

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY