Robot dan kecerdasan buatan telah lama menjadi ancaman bagi tindak lanjut pekerjaan manusia. Sekelompok ilmuwan  mengeluarkan peringatan mengerikan terutama tentang dampak dari kemajuan teknologi tersebut. Beberapa akademisi di pertemuan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan mengatakan bahwa kemajuan lebih lanjut dalam otomasi dapat mengakibatkan pengangguran massal di seluruh spektrum industri.

Moshe Vardi, profesor ilmu komputer dan direktur Ken Kennedy Institut Teknologi Informasi Universitas Rice, mengatakan bahwa ada 250.000 robot industri di Amerika Serikat sekarang, dengan tingkat pertumbuhan dua digit. “Kita harus mulai berpikir sangat serius-apa yang akan dilakukan manusia ketika mesin hampir  dapat melakukannya semua?, “Kita harus mendefinisikan kembali arti hidup yang baik tanpa bekerja”.

Para ilmuwan mengambil  “self-driving cars” sebagai contoh utama dari robot menggantikan pekerjaan manusia. Pengemudi mengharap sepenuhnya otonom dalam 25 tahun dan 10% dari semua pekerjaan AS melibatkan para pengoperasi kendaraan.

Vardi juga mengatakan bahwa mesin cerdas yang masuk di tempat kerja, bisa menyebabkan lebih banyak ketimpangan. Karena pekerjaan terampil tinggi akan terlalu sulit bagi robot, dan untuk keterampilan rendah, sebagian pekerjaan akan mudah untuk di otomatisasi. Hal itu akan menarik biaya terlalu mahal bagi teknologi robot. Vardi mengatakan masalah “pekerjaan polarisasi” harus berada di layar radar politisi dan calon presiden.

Para ilmuwan menyerukan usulan kebijakan yang akan memastikan bahwa kemajuan dalam robotika dan kecerdasan buatan akan menyediakan keadaan sosial yang baik. Bukan seperti sekarang ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY