Bermain game saat ini sudah merupakan hal yang lazim di semua kalangan usia. Bahkan sejak balita sudah dikenalkan game dari gadget oleh orang tua mereka sendiri. Hidup ini hampa kalau tidak ada game. Komputer tidak ada rasanya meski ditaburi garam, jika tidak ada game terinstal didalamnya alias hambar.

Menyadari betapa game begitu akut menjangkiti generasi muda, mari secara adil kita kaji beberapa hal negative tentang bermain game, semoga tidak cukup beralasan karena saya pribadi berharap begitu. Dalam hal ini coba bersikap sedikit dewasa dengan tidak menyatakan bahwa lebih baik kecanduan game dari pada kecanduan narkoba, atau dari pada keluyuran malam di lokalisasi lebih baik begadang di gamezone.

GAME BERDAMPAK NEGATIF

Bermain game awalnya tidak membuat ketagihan, tapi lama kelamaan dapat membuat waktu kita habis hingga melupakan hal-hal penting seperti makan dan tidur. RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Jakarta pada tahun 2013 telah merawat lebih dari 11 pasien anak dan remaja yang gila bermain game. Lima orang di antaranya dirawat secara intensif karena gila beneran.

Tercatat di Amerika serikat  1 dari 10 gamer  mengalami masalah sosial, prestasi belajar menurun, aktifitas sekolah bermasalah dan juga dipecat dari pekerjaan. Itu juga menggambarkan 9 gamer sisanya adalah gamer  berprestasi disekolah, kehidupan sosial baik dan karyawan yang disayang bos di perusahaan.

PENGARUH GAME

  1. Game dengan tema kekerasan menumbuhkan agresifitas pada pemainya. Terlalu sering bermain game pertarungan membuat seseorang suka memukul teman-temanya di sekolah. Terlalu sering bermain Angry Bird membuat seseorang suka ketawa seperti babi kalau melihat temanya gagal dalam hidup.
  2. Gamer suka lupa makan, lupa tidur, lupa alamat rumah. Buktinya seorang teman gamer saya ditemukan orang tuanya di sebuah warnet, setelah menghilang selama 3 hari. Ia ditemukan dalam keadaan mengenaskan setelah dicari ke beberapa kotak sampah dan beritanya disiarkan di beberapa stasiun radio, macam dompet hilang aja….
  3. Bermain game bisa mengganggu kesehatan seperti kram tangan, jempol bengkak, mata merah, pantat kesemutan.
  4. Keasyikan bermain game membuat gamer mudah tersinggung dan emosional. Mereka tidak suka diganggu pada saat asik bermain game. Mereka juga marah pada hal-hal tidak lazim seperti marah saat kalah dalam game, marah saat main game lalu kuota habis, marah saat asik main game tiba-tiba dilempar telur busuk dan tepung dari belakang (padahal nggak lagi ulang tahun).
  5. Gamer mengalami obsesi, keinginan bermain game dalam waktu yang lama. Kehidupan sehari-hari terasa seperti didalam game. Melihat lapangan teringat game PES, mau ketabrak mobil teringat GTA, jadi ingin merampas mobil dan melempar pengemudinya keluar. Melihat batu bata teringat game tetris (untuk diperhatikan bagi anda yang bermain game tetris, anda tidak layak disebut gamer walaupun anda menghabiskan banyak waktu seumur hidup untuk bermain game ini).
  6. Gamer suka berbohong khususnya mengenai waktu dan uang. Untuk memenuhi kesenanganya gamer membelanjakan cukup banyak uang dan untuk menutupi itu mereka berbohong. Waktu mereka juga habis untuk berbain game, tapi sekali lagi mereka akan menutupi dengan berbohong. Seperti telat berangkat sekolah dan berangkat ke kantor, karena bangun kesiangan setelah semalam bermain game hingga jam 4 pagi.
  7. Game membuat kecanduan, awalnya bermain game sebentar, kemudian bertambah hingga bermain game semalaman dan terus bertambah. Saat berhenti mereka kehilangan kesenangan sehingga ingin bermain game lebih lama lagi.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa bermain game adalah kebahagiaan tiada tara. Tetapi dengan banyaknya pengaruh negatif game, seharusnya kita dapat mangontrol diri sehingga tidak berakibat buruk pada kehidupan kita. Sesekali bermain game sampai jempol bengkak boleh lah, asal jangan sampai ketahuan kalau kita menghabiskan banyak uang di gamezone dan membuat orang kesal sampai melempar kita dengan telur busuk dan tepung dari belakang. Setelah itu dicari-cari keluarga sampai disiarkan di beberapa stasiun radio.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY