Buat Kamu pengguna Linux, tahukah Kamu kenapa Linux menggunakan penguin sebagai maskotnya?. Linus Torvalds pendiri program Linux saat itu sudah mampu menciptakan kernel tersebut namun belum menemukan maskot yang tepat. Kemudian pada suatu hari Torvalds mengunjungi National Zoo & Aquarium di Canberra, Australia. Di tempat itu ia mengidap penyakit penguinitis. Penyakit yang muncul setelah ia dipatuk seekor pinguin di taman satwa tersebut. Semenjak itu ia menderita demam beberapa hari dan dikepalanya selalu terbayang  pinguin. Kebetulan Torvalds saat itu sedang mengadakan sayembara untuk mencari logo Linux. Penguin atau kemudian dikenal dengan Tux pun termasuk salah satu yang ikut dilombakan waktu itu. Tux kemudian diberikan jabatan sebagai maskot Linux.

Kejadian ini membuat saya menduga-duga atas beberapa maskot yang menginspirasi para tokoh dimasa lalu. Seperti burung garuda yang menjadi lambang negara Indonesia. Mungkin waktu dulu Presiden Soekarno sedang mengunjungi Ragunan Zoo, dan seekor burung garuda tiba-tiba mematuk beliau hingga meriang berhari-hari.

Atau kisah yang sama yang dialami seorang ilmuwan asal Indonesia  yang tidak pernah mau disebut namanya. Penemuanya dalam bidang IT bisa disetarakan dengan Linus Torvalds dan Bill Gates. Sistem Operasi ciptaanya belum memiliki maskot, sehingga ia mencari inspirasi di salah satu kebun binatang terkenal di Indonesia. Malang binatang yang muncul dan mematuknya adalah ular Cobra.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY